
Kunjungan tersebut disambut oleh Dekan FKG USU, Dr. drg. Gema Nazri Yanti, M.Kes., bersama Wakil Dekan Dr. drg. Ika Andryas, M.Sc., yang membidangi akademik, kemahasiswaan, dan alumni; Dr. drg. Ahyar Riza, Sp.B.M.Mf., Subsp.C.O.Mf., yang membidangi administrasi, keuangan, sumber daya manusia, dan aset; serta Dr. drg. Aini Hariyani Nasution, Sp.Perio., Subsp.RPID(K) membidangi penelitian, pengabdian kepada masyarakat, kerja sama, dan internasionalisasi.

Turut hadir dari RSGM USU, Direktur Dr. drg. Rini Octavia Nasution, M.Kes., Sp.Perio., Subsp.RPID(K), Wakil Direktur I drg. Putri Welda Utami Ritonga, M.DSc., Sp.Pros., Subsp.PMF(K), serta Wakil Direktur II Dr. drg. Teguh Aryo Nugroho, M.DSc., Sp.Ort., Subsp.DDTK(K). Sementara itu, STIKes Flora diwakili oleh Ketua STIKes Flora, Dr. dr. Fithria Aldy, M.Ked(Oph), Sp.M(K), beserta tim.

Pertemuan ini menjadi forum untuk membahas potensi kolaborasi yang dapat dikembangkan berdasarkan kompetensi, sumber daya, dan kebutuhan masing-masing institusi. Pembahasan diarahkan pada peluang kerja sama dalam penyelenggaraan kegiatan pendidikan, penelitian bersama, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan kegiatan akademik yang dapat memberikan manfaat bagi dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, dan masyarakat luas.
Dalam bidang pendidikan, kerja sama yang dijajaki diharapkan dapat membuka kesempatan bagi dosen dan mahasiswa untuk memperluas wawasan keilmuan, meningkatkan kompetensi, serta memperoleh pengalaman pembelajaran yang lebih beragam melalui kegiatan akademik dan praktik yang relevan. Sinergi antara institusi pendidikan dan fasilitas pelayanan kesehatan juga berpotensi mendukung pengembangan pembelajaran berbasis praktik, sesuai dengan bidang keilmuan dan ruang lingkup kerja sama yang disepakati bersama.
Pada bidang penelitian, kolaborasi antarinstitusi diharapkan dapat mendorong pengembangan penelitian kolaboratif, pertukaran pengetahuan, serta pemanfaatan keahlian dan fasilitas yang tersedia untuk mendukung kegiatan riset. Melalui kerja sama tersebut, kedua institusi berpeluang mengembangkan penelitian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan ilmu pengetahuan, khususnya dalam bidang kesehatan.

Sementara itu, dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, kerja sama ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi pelaksanaan program promotif dan preventif, edukasi kesehatan, serta kegiatan pelayanan yang sesuai dengan kompetensi masing-masing institusi. Kolaborasi tersebut dapat diarahkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan, sekaligus memperluas kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Keterlibatan RSGM USU dalam pertemuan ini turut memperkuat potensi sinergi antara kegiatan pendidikan akademik dan pelayanan kesehatan. Sebagai fasilitas pelayanan kesehatan gigi dan mulut, RSGM USU memiliki peran strategis dalam mendukung proses pembelajaran klinis, pengembangan kompetensi, serta peningkatan mutu pelayanan. Oleh karena itu, penjajakan kerja sama ini diharapkan dapat membuka peluang pengembangan kegiatan yang saling mendukung antara pendidikan, penelitian, dan pelayanan kesehatan.
Dari sisi pembangunan berkelanjutan, inisiatif kerja sama ini memiliki keterkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yang dicanangkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Secara khusus, kegiatan ini mendukung SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-Being) melalui potensi pengembangan pendidikan kesehatan, kegiatan promotif dan preventif, serta peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Selain itu, kegiatan ini sejalan dengan SDG 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education) melalui upaya memperluas kesempatan pembelajaran, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, serta mendorong pengembangan pendidikan yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Pertukaran pengetahuan dan pengalaman antarinstitusi diharapkan dapat memperkaya proses pembelajaran sekaligus mendukung peningkatan kualitas lulusan yang kompeten dan profesional.
Kerja sama ini juga berkaitan erat dengan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Partnerships for the Goals), yang menekankan pentingnya kemitraan lintas institusi dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan. Melalui sinergi antara FKG USU, RSGM USU, dan STIKes Flora, diharapkan terbentuk kolaborasi yang saling menguatkan dalam pemanfaatan sumber daya, pengembangan kapasitas, serta pelaksanaan program pendidikan dan kesehatan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Dekan FKG USU bersama jajaran yang hadir menyambut baik penjajakan kerja sama ini sebagai salah satu langkah untuk memperluas jejaring kemitraan dan meningkatkan kontribusi institusi dalam pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi. Kolaborasi yang terarah dan berkelanjutan diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi seluruh pihak, baik dalam pengembangan akademik maupun peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.
Melalui pertemuan ini, FKG USU, RSGM USU, dan STIKes Flora diharapkan dapat menindaklanjuti berbagai peluang kolaborasi yang telah dibahas ke dalam bentuk program kerja sama yang konkret, terukur, dan berkelanjutan. Sinergi antarinstitusi ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas, mendorong pengembangan ilmu pengetahuan, serta memperkuat pelayanan kesehatan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.