Dalam upaya memperkuat pembelajaran berbasis inovasi teknologi, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara (FKG USU) kembali menggelar sesi kuliah tamu bertema "Workflow Integration of CBCT in Dentistry", bertempat di Ruang Nazir Alwi, FKG USU.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber istimewa, drg. Muhammad Novo Perwira Lubis, Sp.RKG, dosen dan ahli radiologi kedokteran gigi dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti, yang dikenal luas atas kontribusinya dalam pengembangan teknologi pencitraan radiografis di Indonesia.
Acara dibuka dengan sambutan yang menyampaikan apresiasi atas kehadiran drg. Novo sekaligus menekankan pentingnya pemahaman teknologi radiologi terkini, khususnya CBCT (Cone Beam Computed Tomography), dalam menunjang praktik kedokteran gigi modern.
Dalam pemaparannya yang interaktif dan aplikatif, drg. Novo menjelaskan bahwa CBCT bukan sekadar alat diagnostik pelengkap, tetapi telah menjadi komponen krusial dalam perencanaan perawatan gigi yang presisi. Teknologi ini mampu menghasilkan citra tiga dimensi berkualitas tinggi, memberikan detail anatomi pasien secara utuh dan menyeluruh—hal yang sulit dicapai dengan radiografi konvensional.
“CBCT bukan hanya alat bantu, tapi bagian integral dari praktik klinis modern. Teknologi ini memungkinkan kita memahami kondisi pasien secara lebih komprehensif, sehingga keputusan klinis menjadi lebih tepat,” jelasnya.
Lebih jauh, drg. Novo memaparkan bagaimana alur kerja penggunaan CBCT dapat diintegrasikan secara sistematis, mulai dari pengambilan data pasien, analisis citra radiografis, hingga formulasi rencana perawatan berbasis data 3D. Berbagai kasus klinis nyata ditampilkan sebagai contoh, khususnya dalam perawatan implan, endodontik kompleks, serta rekonstruksi ortognatik.
Kuliah tamu ini dipandu oleh drg. Wandania Farahanny Sp.KG. Subsp.KR(K)., MDSc., yang turut memperkaya diskusi dengan menjembatani konsep teknologi radiologi dengan praktik konservasi gigi modern.
Sesi tanya jawab berlangsung hidup, dengan mahasiswa aktif mengajukan berbagai pertanyaan kritis seputar tantangan teknis, biaya, serta prospek masa depan CBCT dalam praktik klinik. Atmosfer akademik yang kolaboratif ini menjadi bukti bahwa mahasiswa FKG USU memiliki minat tinggi terhadap perkembangan teknologi kedokteran gigi.
"Melalui kuliah ini, kami jadi lebih memahami bagaimana teknologi bisa meningkatkan ketepatan diagnosis dan perawatan," ujar salah satu mahasiswa peserta.
Kegiatan ini memberikan manfaat langsung bagi mahasiswa, bukan hanya dari sisi teori, tetapi juga wawasan praktis yang dapat diterapkan saat mereka memasuki dunia klinis. Harapannya, mahasiswa FKG USU dapat menjadi tenaga profesional yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi kedokteran gigi.
Sebagai penutup, Prof. drg. Trimurni Abidin Sp.KG. Subsp.KE(K)., M.Kes menyampaikan apresiasi kepada drg. Muhammad Novo Perwira Lubis, Sp.RKG., serta seluruh peserta yang terlibat aktif. Ia juga menyampaikan komitmen FKG USU untuk terus menghadirkan narasumber berkualitas dan menyediakan ruang pembelajaran yang menginspirasi dan relevan dengan kebutuhan masa depan.