Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Sumatera Utara (USU) menggelar berbagai rangkaian acara dan kegiatan dalam rangka memeriahkan Dies Natalis FKG USU ke-60. Dengan tema "FKG Tumbuh, Bersatu, dan Tangguh: Transformation Towards Ultimate", harapannya adalah menjadikan FKG USU semakin berkembang dan maju. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah podcast bernama Denticast, yaitu Dentistry Podcast.
Denticast akan dilaksanakan dalam empat episode dengan narasumber yang berbeda-beda di setiap episodenya. Episode pertama telah dilaksanakan pada tanggal 9 Oktober 2021 dengan topik seputar Kortugi (@korbantukanggigi) dan narasumber drg. Rifqie Al Haris. Drg. Rifqie Al Haris adalah salah satu founder dan content creator dari akun Kortugi, sebuah akun media sosial Instagram yang fokus pada edukasi kesehatan gigi dan mulut, serta memerangi praktik tukang gigi, dokter gigi abal-abal, dan orang yang tidak berkompeten di bidang kedokteran gigi. Akun Kortugi memiliki 150 ribu pengikut dan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya praktik tidak berlisensi dalam kedokteran gigi.
Drg. Rifqie, kelahiran Yogyakarta pada 13 Maret 1985, adalah lulusan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada tahun 2010 dan kini berdomisili di Yogyakarta. Ia memiliki minat dalam edukasi kesehatan gigi dan mulut, digital marketing, content writing, desain grafis, dan aktivitas sosial media.
Denticast dibuat dengan tujuan menjadi wadah FKG USU dalam memberikan informasi serta edukasi yang valid dan berkualitas dengan cara yang lebih terkini, sehingga dapat memberikan dampak lebih luas yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya kalangan mahasiswa kedokteran gigi. Podcast ini dapat ditonton di akun YouTube FKG USU OFFICIAL (https://www.youtube.com/channel/UCw0DpbZiCjZdUUnNZ-e8TYw).
Dengan adanya Denticast, diharapkan agar seluruh pendengar memperoleh manfaat dari setiap obrolan dan diskusi dengan narasumber, dapat menyerap ilmu yang diberikan secara maksimal, dan mampu menerapkan poin-poin positif dari setiap pembicaraan. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya muncul pada saat Dies Natalis saja, tetapi juga dapat diterapkan menjadi program atau kegiatan yang rutin dilaksanakan di masa depan.