Untuk mengetahui lebih lanjut tentang berbagai opsi Peminatan Program Studi, mengeksplorasi Kurikulum yang tersedia, memahami Peraturan Akademik yang berlaku, mempelajari Prosedur Skripsi, menyesuaikan Jadwal Kuliah dengan kebutuhan Anda, dan memperhitungkan Biaya Studi yang dibutuhkan, memahami Standar Pencapaian yang Diharapkan, Mengevaluasi Capaian Pembelajar. Semua informasi yang Anda butuhkan untuk memulai perjalanan akademik Anda ada di sini.
Kurikulum
1. Prinsip dan konsep psikologi perkembangan 2. Potensial dan keterbatasan perilaku 3. Aspek motivasi dan kerjasama pasien 4. Pengaruh perawatan terhadap penampilan wajah dan kepercayaan diri 5. Teknik Komunikasi 6. Aspek psikologis penampilan wajah dalam bedah ortognatik
Etik Profesi 1. Sikap dan prilaku ortodontis sebagai tenaga kesehatan. 2. Norma-norma yang berkaitan dengan etika sebagai seorang profesional. Hukum Kesehatan 1. Aturan dan undang- undang yang berlaku pada praktek ortodontik 2. Tanggung jawab dan upaya-upaya permasalahan kasus malpraktek 3. Prosedur-prosedur yang diikuti bila terjadi malpraktek
Embriologi kepala 1. Perkembangan muka, rahang dan gigi. 2. Teratogenesis dan berbagai macam sindrom 3. Perkembangan celah bibir dan celah langit-langit Struktur Anatomi Kepala dan Leher serta penyimpangannya 1. Struktur kraniofasial 2. Deformitas skeletal 3. Malformasi skeletal
1. Metabolisme sel 2. Pergerakan gigi dan reaksi terhadap gaya 3. Alur biokimia akibat pemberian daya terhadap sel 4. Mekanisme biologis resorpsi akar 5. Reaksi biologis tulang rawan, tulang dan ligamen periodontal terhadap aplikasi gaya
Tata laksana dan tata klinik spesialis ortodonti dan Rumah Sakit
1. Analisis Foto Rontgenografi: Periafical, Occlusal, Panex 2. Analisis Umur Skeletal: Dental, Tulang Pergelangan (hand rish), Vertebra Servicalis 3. Anatomy X-Ray dari Cramium 4. Landmark Sefalometry 5. Analisis Strainer 6. Analsis Downs
1. Respons periodontal dan tulang terhadap fungsi normal dan terhadap gaya ortodonti 2. Kontrol biologis pergerakan gigi 3. Efek besar dan distribusi gaya terhadap tipe gerakan gigi 4. Efek lamanya gaya bekerja dan penurunan gaya 5. Penjangkaran, jenis dan aspek mekanis serta kontrol penjangkaranya 6. Efek Samping gaya ortodonti terhadap pulpa, struktur akar dan tulang alveolar 7. Prinsip modifikasi pertumbuhan 8. Bahan elastis dan gaya ortodonti yang dihasilkan 9. Faktor disain pada alat ortodonti 10. Aplikasi biomekanika dalam praktek klinis 11. TAD (miniscrew)
1. Riwayat penyakit umum/ gigi 2. Pemeriksaan intra dan ekstra oral yag berkaitan dengan ortodontis 3. Pemeriksaan radiograf (Dibahas pada Radiografi Ortodontik) 4. Macam-macam analisis pada model studi 5. Etiologi Maloklusi
1. Piranti dan bahan-bahan serta alat yang digunakan dalam pembuatan piranti ortodonti. 2. Pembuatan piranti lepas/ pesawat fungsional dan perawatan. Melakukan bonding, pembuatan cincin, soldering dengan alat cekat pada typodont
1. Regresi and Korelasi 2. Analisa Parametrik dan nonparametric 3. Analisa varians 4. Meta analisis 5. Aplikasi dalam ortodonti 6. Survey epidemiologi dan biostatistik 7. Penelitian klinis di bidang ortodonti
1. Etika dan Integritas dalam penelitian 2. Disain penelitian 3. Usulan penelitian 4. Analisis statistic 5. Membahas beberapa hasil penelitian dari artikel journal ortodonti
A. Oral Fisiologi 1. Faal bicara, penelanan, dan pengunyahan 2. Faal TMJ 3. Pernafasan normal dan abnormal, dan sleep apnea obstruktif 4. Faal pernafasan B. Imunologi Oral dan Mikrobiologi 1. Immunologi Oral 2. Saliva dan pembentukan acquired pellicle 3. Mikrobiologi Oral Biofilm
1. Penyakit sistematik (Ketidakseimbangan hormon pertumbuhan dan sex, hepatitis, HIV, leukemia,osteoporosis and endocarditis) 2. Manifestasi penyakit pada rongga mulut
1. Dasar genetika penyakit 2. Penyakit-penyakit genetik dan syndrome 3. Genetika cancer 4. Terapi gen dan bioetika 5. Perkembangan dari malformasi 6. Kontrol pertumbuhan genetik dan epigenetik
1. Faal Otot, tulang dan kartilago sistem stomagtonatik 2. Fungsi abnormal 3. Faal dan fungsi TMJ dalam keadaan sehat dan sakit 4. Prosedur diagnosis dan protokol perawatan 5. Anatomi dan fungsi TMJ 6. Konsep umum TMJ 7. Oklusi normal dan fungsi 8. Differential diagnosis gangguan TMJ 9. Gangguan TMJ pada anak-anak, adolesen dan dewasa 10. Filosofi perawatan 11. Gangguan TMJ dan ortodonti
Sifat, fungsi dan efek dari material ortodonti: Analisa Parametrik dan nonparametric 1. Alloy 2. Polymer 3. Ceramix 4. Bonding pada email dan bahan restorative 5. Efek samping terhadap email
1. Pertumbuhan somatik dan variasnya 2. Akselerasi pertumbuhan adolescent 3. Perkembangan kompleks kraniofasial 4. Faktor genetik dan lingkungan sehubungan dengan pertumbuhan 5. Umur skeletal dan umur biologis 6. Tahapan perkembangan seksual
1. Lateral 2. Posterior – Anterior 3. Identifikasi Landmark 4. Pengukuran 5. Tehnik Noninvasif 6. Analisis Sefalometri (Steiner,Wits,Downs, Hasund, Coben, Bjork, Sassouni, Tweed, Ricketts, McNamara, and Pancherz) 7. Superimposisi 8. 3D Imaging
A. Perawatan ortopedik 1. Perawatan ortopedik Lepas 2. Perawatan ortopedik Cekat B. Perawatan kasus Klas I,II dan III dengan preadjusted C. Problem Vertikal 1. Open Bite 2. Deep Bite Diagnosis Etiologi Rencana Perawatan
Perawatan Ortodonti 1. Maloklusi Klas I 2. Maloklusi Klas II, dan 3. Maloklusi Klas III
Perawatan Kasus Fungsional dan Edgewise
Pembahasan mengenai topik-topik/masalah ortodonti dari berbagai journal ortodonti dan jurnal lainnya
Penanganan pasien secara komprehensif (ortodonti -periodonti, ortodonti – prostodonti, ortodonti -endodonti)
Pembahasan mengenai topik-topik/masalah ortodonti dari berbagai journal ortodonti dan jurnal lainnya
Perawatan Kasus Edgewise, kontemporer dan Self Ligating yang terdiri dari 20 kasus Klas I,II, dan III (kasus sendiri) 15 kasus lanjutan, retainer min. 5 (kasus sendiri salah satunya perawatan dengan fungsional) ditambah 3 kasus lanjutan
Pembuatan sari pustaka sebagai persiapan pembuatan proposal penelitian dengan minimal 8 kepustakaan
Perawatan Ortodonti dengan menggunakan bermacam-macam alat tambahan : 1. Rapid maxillary expansion (Haas, Quad Helix, Hyrax) 2. Transpalatal Arch, Lingual Arch, Lip Bumper 3. Utility Arch, Face Mask, Chin Cup, Headgear 4. Efek Iatrogenik perawatan Ortodonti Efek samping perawatan terhadap jaringan, organ dan system 1. Efek dari bonding dan debonding terhadap email pada perawatan dengan alat cekat 2. Resorpsi akar 3. Kerusakan jaringan pendukung gigi 4. Prinsip manajemen risiko perawatan
Perawatan Kasus Edgewise, kontemporer dan Self Ligating yang terdiri dari 20 kasus Klas I,II, dan III (kasus sendiri) 15 kasus lanjutan, retainer min. 5 (kasus sendiri salah satunya perawatan dengan fungsional) ditambah 3 kasus lanjutan.
Pembuatan proposal penelitian dan melakukan seminar proposal, melakukan penelitian dan seminar hasil penelitian.
1. Mengikuti seminar dan kursus dalam bidang ortodonti bersifat nasional dan internasional sebanyak 5 kali 2. Mempresentasikan 1 buah paper dalam seminar nasional.
Perawatan Kasus Edgewise, kontemporer dan Self Ligating yang terdiri dari 20 kasus Klas I,II, dan III (kasus sendiri) 15 kasus lanjutan, retainer min. 5 (kasus sendiri salah satunya perawatan dengan fungsional) ditambah 3 kasus lanjutan.
Menyiapkan dan mempresen-tasikan laporan kasus klinik dengan minimal 8 kepustakaan
Penulisan Tesis
Perawatan Kasus Edgewise, kontemporer dan Self Ligating yang terdiri dari 20 kasus Klas I,II, dan III (kasus sendiri) 15 kasus lanjutan, retainer min. 5 (kasus sendiri salah satunya perawatan dengan fungsional) ditambah 3 kasus lanjutan
Menyiapkan dan mempresen-tasikan laporan kasus klinik dengan minimal 8 kepustakaan dan diseminarkan secara Nasional dan Internasional
Ujian Tesis
Jadwal Kuliah
Biaya Studi
Capaian Pembelajaran
Program Spesialis Ortodonsia menghasilkan keterampilan umum dan keahlian bagi mahasiswa sesuai standar kompetensi melalui pelatihan dan pengalaman kerja.
| Capaian Pembelajaran | |
| 1 | Mampu bekerja di bidang keahlian dokter gigi spesialis Ortodonsia untuk jenis pekerjaan yang spesifik dan kompleks, serta memiliki kompetensi kerja yang minimal setara dengan standar kompetensi dokter gigi spesialis ortodonsia yang berlaku secara nasional/internasional |
| 2 | Mampu membuat keputusan yang independen dalam menjalankan pekerjaan dokter gigi spesialis ortodonsia berdasarkan pemikiran logis, kritis, sistematis, kreatif, dan komprehensif |
| 3 | Mampu mengomunikasikan hasil kajian, kritik, apresiasi, argumen, atau karya inovasi yang bermanfaat bagi pengembangan profesi, kewirausahaan, dan kemaslahatan manusia, yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan etika profesi, kepada masyarakat umum melalui berbagai bentuk media |
| 4 | Mampu melakukan evaluasi secara kritis terhadap hasil kerja dan keputusan yang dibuat dalam melaksanakan pekerjaan profesinya baik oleh dirinya sendiri, sejawat, atau sistem institusinya |
| 5 | Mampu meningkatkan keahlian melalui pelatihan dan pengalaman kerja dengan mempertimbangkan kemutakhiran bidang profesinya di tingkat nasional, regional, dan internasional |
| 6 | Mampu meningkatkan mutu sumber daya untuk pengembangan program strategis organisasi |
| 7 | Mampu memimpin suatu tim kerja untuk memecahkan masalah baik pada bidang spesialis ortodonsia, maupun masalah yang lebih luas dari bidang spesialis ortodonti |
| 8 | Mampu bekerja sama dengan profesi lain yang sebidang maupun yang tidak sebidang dalam menyelesaikan masalah pekerjaan yang kompleks yang terkait dengan bidang spesialis ortodonti |
| 9 | Mampu mengembangkan dan memelihara jaringan kerja dengan masyarakat profesi dan kliennya |
| 10 | Mampu bertanggungjawab atas pekerjaan di bidang spesialis Ortodonsia sesuai dengan kode etik spesialis ortodonsia |
| 11 | Mampu meningkatkan kapasitas pembelajaran secara mandiri dan tim yang berada di bawah tanggungjawabnya |
| 12 | Mampu berkontribusi dalam evaluasi atau pengembangan kebijakan nasional dalam rangka peningkatan mutu pendidikan dokter gigi spesialis ortodonti atau pengembangan kebijakan nasional pada bidang spesialis Ortodonti |
| 13 | Mampu mendokumentasikan, menyimpan, mengaudit, mengamankan, dan menemukan kembali data dan informasi untuk keperluan pengembangan hasil kerja di bidang ortodonti |