home icon
search icon
menu icon

> Berita > Pendampingan Kader Cegah Stunting dengan Gerakan skrinning “Gemulek” (Gigi, Mulut, dan KEK=Kekurangan Energi Kronis) pada perempuan usia subur dan Ibu Hamil di Desa Ujung Rambung, Kabupaten Serdang Bedagai

Pendampingan Kader Cegah Stunting dengan Gerakan skrinning “Gemulek” (Gigi, Mulut, dan KEK=Kekurangan Energi Kronis) pada perempuan usia subur dan Ibu Hamil di Desa Ujung Rambung, Kabupaten Serdang Bedagai

Dipublikasi Pada

12 Agustus 2023

Dipublikasi Oleh

Jefriansyah S.I.Kom

Pendampingan Kader Cegah Stunting dengan Gerakan skrinning “Gemulek” (Gigi, Mulut, dan KEK=Kekurangan Energi Kronis) pada perempuan usia subur dan Ibu Hamil di Desa Ujung Rambung, Kabupaten Serdang Bedagai
Thumbnail Pendampingan Kader Cegah Stunting dengan Gerakan skrinning “Gemulek” (Gigi, Mulut, dan KEK=Kekurangan Energi Kronis) pada perempuan usia subur dan Ibu Hamil di Desa Ujung Rambung, Kabupaten Serdang Bedagai

Dalam rangka menjalankan Pengabdian kepada Masyarakat sebagai salah satu Tridarma Perguruan Tinggi, maka tim Fakultas keperawatan dan Kedokteran Gigi Universitas Sumatera utara berkolaborasi dalam kegiatan “Pendampingan Kader Cegah Stunting dengan Gerakan skrinning “Gemulek” (Gigi, Mulut, dan KEK=Kekurangan Energi Kronis) pada perempuan usia subur dan Ibu Hamil di Desa Ujung Rambung, Kabupaten Serdang Bedagai” yang dilaksananka pada hari Sabtu, tgl. 12 Agustus 2023. Kegiatan ini di bawah koordinasi Lembaga Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) USU dengan oordinator utama kegiatan adalah Bina Melvia Girsang.,S.Kep.,Ns.,M.Kep dengan anggota pengabdi adalah Ance Marintan D Sitohang.,SP.,M.Div.,MTH; Eqlima Elfira.,S.Kep.,Ns.,M.Kep; Dr. Ervina Sofyanti, drg.,Sp.Ort(K). Tim mahasiswa berasal dari mahasiswa Program Studi Profesi Keperawatan serta Program Studi Pendidikan Dokter Gigi dan Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Spesialis Ortodonti USU. 

Stunting merupakan masalah gizi kronis pada balita yang ditandai dengan tinggi badan yang lebih pendek dibandingkan dengan anak seusianya. Stunting disebabkan karena kekurangan gizi pada waktu yang lama. Prevalensi stunting pada balita di Indonesia menurut RISKESDAS 2013 masih cukup tinggi, yaitu 30,8%, yang artinya 1 dari 3 balita Indonesia mengalami stunting. Stunting dapat berdampak pada perubahan fisiologis dan psikis, gangguan kesehatan gigi dan mulut serta dapat menyebabkan kelahiran prematur pada ibu hamil. Untuk itu, pencegahan stunting dapat dilakukan dengan mengonsumsi makanan dan minuman yang kaya vitamin dan mineral.

Kegiatan ini disambut baik oleh Kepada Desa Ujung Rambung dan Kader Kesehatan setempat yang berharap semoga kegiatan pelayanan pencegahan stunting dengan Gerakan skrining “Gemulek” dapat bermanfaat dan diterapkan oleh masyarakat Desa Ujung Rambung. Rangkaian kegiatan ini dimulai dengan penyuluhan dilanjutkan dengan pemeriksaan KEK melalui kuesioner da skrinning kondisi gigi dan mulut. Pada saat pemeriksaan gigi dan mulut, dilakukan edukasi kepada ibu-ibu kader yang merupakan perangkat kesehatan desa. Masyarakat desa juga penuh antusias bertanya dan berharap semoga kegiatan penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan gigi dapat dilanjutkan dengan pelayanan kesehatan gigi dan mulut. 

Pada saat pemeriksaan di lapangan, beberapa masalah gigi dan mulut yang ditemui pada Ibu-Ibu antara lain: gigi berlubang (karies), akar gigi, kehilangan gigi, dan gusi berdarah saat menyikat gigi. Selain itu, ditemukan juga masalah maloklusi (susunan gigi yang tidak rapi) pada Ibu-Ibu dan anak-anak yang ikut serta juga diperiksa pada kegiatan tersebut. Kegaitan ini dilanjutkan dengan penyuluhan dari Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis Ortodonti yang menekankan faktor risiko yang berkaitan dengan maloklusi karena berkaitan dengan karies, gingivitis, bau mulut, dan lain-lain.  Dari skrinning awal dalam kegiatan ini, bapak Kades juga mengharapkan ada kelanjutan dari kegiatan pengabdian ini, terutama dalam hal berkaitan kesehatan gigi dan mulut pada masyarakat Serdang Bedagei, khususnya pada anak-anak dan remaja. 

Berita