> Berita > FKG USU Gelar Workshop Peningkatan Kompetensi Dosen: Hadirkan Pakar Nasional Pendidikan Kedokteran
FKG USU Gelar Workshop Peningkatan Kompetensi Dosen: Hadirkan Pakar Nasional Pendidikan Kedokteran
Dipublikasi Pada
17 Februari 2025
Dipublikasi Oleh
Jefriansyah S.I.Kom
Thumbnail FKG USU Gelar Workshop Peningkatan Kompetensi Dosen: Hadirkan Pakar Nasional Pendidikan Kedokteran
Sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas pendidikan, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara (FKG USU) menyelenggarakan Workshop Peningkatan Kompetensi Dosen, menghadirkan dua pakar nasional di bidang pendidikan kedokteran: dr. Hemma Yulfi, DAP&E., MMedEd dan drg. Sri Asih Gahayu, M.Kes., Ph.D..
Workshop yang berlangsung di [lokasi kegiatan, misalnya Ruang Auditorium FKG USU] ini diikuti oleh puluhan dosen dari berbagai departemen di lingkungan FKG USU. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi pengembangan kapasitas tenaga pendidik dalam menghadapi dinamika dunia pendidikan kedokteran gigi yang terus berkembang, khususnya dalam era pembelajaran berbasis teknologi dan student-centered learning.
Dalam sambutannya, Dekan FKG USU, Dr. drg. Essie Octiara, Sp.KGA., Subsp.PKOA(K), menegaskan pentingnya peran dosen dalam menciptakan atmosfer pembelajaran yang adaptif, efektif, dan relevan dengan kebutuhan zaman.
"Kami berharap workshop ini dapat memberikan wawasan dan keterampilan baru bagi para dosen dalam mengembangkan metode pembelajaran yang lebih interaktif dan inovatif. Ini merupakan bagian dari komitmen FKG USU untuk menghadirkan pendidikan berkualitas yang responsif terhadap tantangan global dan kebutuhan mahasiswa," ujarnya.
Pada sesi pemaparan, dr. Hemma Yulfi membahas pendekatan terbaru dalam pendidikan kedokteran berbasis teknologi, termasuk strategi implementasi pembelajaran daring, penggunaan media digital, serta model blended learning yang efektif untuk mahasiswa kedokteran gigi.
Sementara itu, drg. Sri Asih Gahayu memaparkan materi tentang evaluasi pembelajaran yang holistik, mulai dari perencanaan asesmen, penggunaan rubrik penilaian, hingga pentingnya feedback konstruktif untuk mendukung pemahaman dan pertumbuhan mahasiswa secara menyeluruh.
Workshop ini tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga diisi dengan sesi diskusi interaktif dan praktik langsung, di mana para peserta dapat mengaplikasikan metode yang dibahas, saling bertukar pengalaman, serta memperoleh bimbingan langsung dari para narasumber.
Antusiasme peserta terlihat jelas sepanjang rangkaian kegiatan. Banyak peserta menyampaikan apresiasi atas materi yang diberikan serta kesempatan untuk berdiskusi secara mendalam tentang tantangan dan solusi dalam dunia pengajaran.
"Materinya sangat aplikatif dan membuka wawasan kami sebagai pendidik. Banyak hal baru yang bisa langsung kami terapkan dalam perkuliahan sehari-hari," ungkap salah satu dosen peserta workshop.
Workshop ini menjadi bagian dari komitmen FKG USU dalam menghadirkan transformasi pendidikan yang berkelanjutan, tidak hanya dari sisi kurikulum, tetapi juga dari kapasitas pengajar sebagai ujung tombak kualitas pembelajaran. Dengan kegiatan seperti ini, FKG USU terus mendorong terciptanya lingkungan akademik yang dinamis, inklusif, dan berbasis inovasi.
Ke depan, FKG USU akan terus mengembangkan berbagai program penguatan kompetensi dosen agar dapat menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga siap bersaing di tingkat nasional dan global.