IDB Berharap RS USU Segera Berfungsi

MEDAN-USU: Pihak Islamic Development Bank (IDB) berharap RS Universitas Sumatera Utara (USU) segera difungsikan. Hal itu disampaikan pasca melakukan kunjungan ke RS USU pekan lalu bersama Bappenas, Ditjen Dikti dan Dit Belmawa, Ditjen Dikti Kemendikbud. Kunjungan itu merupakan kaitan dari pelaksanaan Project Implementation Assesment and Support Report (PLSAR) selama dua hari yakni Rabu-Kamis (29-30/1).

Hadir dalam kunjungan itu Sadik Mohammed Teyeb (IDB) Zainal Arifin (Bappenas) Achmad Hadiansyah (Ditjen Dikti) dan Mulyadi (Dit Belmawa, Ditjen Dikti Kemendikbud). Sementara itu dari USU hadir Prof. dr. Chairul Yoel, Sp A(K) (Dirut RS USU) Prof. dr .Darwin Dalimunthe, PhD (Manajer Proyek Project Managemen Unit (PMU)) , Achmad Delianur Nasution, ST.MT (Divisi Pekerjaan Sipil PMU) .

Mereka menyampaikan pengharapan agar segera difungsikannya RS USU setelah melihat kesiapan bangunan serta kesiapan peralatan yang sudah masuk ke RS. Desakan itu selain dari IDB juga dari pihak Bappenas serta Ditjen Dikti. Mereka melihat keberadaan peralatan itu yang sudah masuk ke RS USU tentunya memiliki masa perawatan selama satu tahun karena masih berada di bawah pengawasan pemasok. IDB kemudian meminta agar PMU segera menyelesaikan Project Closing Report (PCR). Hal itu penting agar pemungsian RS bisa dilakukan dan juga sebagai evaluasi segera untuk mengetahui dimana kekurangannya. Pihak IDB juga meminta USU segera menyelesaikan laporan terkait keberadaan susunan keorganisasian RS USU yang dibutuhkan melengkapi persyaratan administrasi manajerial kerumahsakitan.

Sementara dari pihak USU yang hadir mendesak pihak Ditjen Dikti Kemendikbud memprogramkan pendanaan operasional RS USU paling tidak untuk 3 tahun mendatang sehingga nantinya dapat menggerakkan RS. Dari program itu nantinya dampak positif RS USU akan segera dapat menghidupi dirinya sendiri pasca tidak lagi didanai oleh Ditjen Dikti Kemendikbud.

Berlokasi di Jalan Dr. Mansyur, kawasan Kampus USU Medan, Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara berdiri tahun 2011 yang dimulai dari peletakan batu pertama yang dilakukan oleh Rektor USU saat itu Prof. dr. Chairuddin P. Lubis dan Gubernur Sumatera Utara saat itu H. Syamsul Arifin., SE, pada tahun 2009.

RS USU memiliki luas lahan lebih kurang 38.000 m2 dengan bangunan utama 5 lantai dengan luas total lebih kurang 52.200 m2. Bangunan utama terdiri dari lantai I :UGD, Klinik Spesialis (13 kamar), Departemen Radiologi, Farmasi, Dapur, Rehabilitasi Medik, Kantor Informasi-Registrasi-Admission, Laundri, Gas Medik , Keamanan dan Mushala.

Kemudian lantai II terdiri dari ruang rawat 10 bed (27), klinik spesialis (15 kamar), Departemen Pulmonologi, THT, Psikologi, Gigi-Mulut, Obgin, Kes Anak, Penyakit Dalam, Neurologi, Ruang Tutorial (5 ruang) dan Mushala. Lantai III terdiri dari kamar bedah (12 ruang), kamar persalinan (18 bed), nursery (60 cot), Ruang Recovery (10 bed), ruang persiapan (5 bed), ruang pre stage (3 bed), ICU dewasa (22 bed), HDU dewasa (8 bed), ICCU + Unit Luka bakar (11 bed), ICU anak (11 bed), HDU anak (10 bed), ICU neonatal (10 bed), Departemen Psikiatri, Departemen Bedah, Departemen Dermatologi, CSSD.

Sementara di Lantai IV terdiri dari unit Hemodialise (27 bed), unit perawatan kulit, ruang rawat 6 bed (14 ruang), Departemen Patologi Klinik (dan Mikrobiologi, Parasitologi, Patologi Anatomi), Departemen Kardioologi, Optalmologi, Kantor Direktur/Wakil, ruang istirahat PPDS/Mahasiswa (5 ruang, 6 bed) . Dan terakhir di lantai V terdiri dari ruang rawat 2 bed (52 ruang), ruang rawat 1 bed (14 ruang).

Direncanakan, program unggulan dari RS USU adalah bidang Nefro-urologi, Luka bakar dan trauma serta infeksi tropis. SDM RS USU (per September 2013) adalah sebagai berikut : Dokter Spesialis 43 orang yang kesemuanya ditugaskan dari FK USU, Dokter Umum 29 orang, Dokter Gigi 2, Ners 14, Bidan 5, Perawat 81 orang; tenaga administrasi terdiri dari 3 PNS dan 9 orang honorer, tenaga teknisi 6 orang PNS dan 13 orang honorer. Dengan demikian telah dimiliki sebanyak 185 tenaga PNS dan 20 tenaga honorer sehingga secara keseluruhan tenaga berjumlah 205 orang.

Untuk akreditasi direncanakan akan mengacu kepada : (1) Standar akreditasi rumah sakit, Dirjen BUK dan Kars; (2) Joint Commision International Accreditation. Sejak tanggal 23 September 2013 yang lalu, kegiatan Poliklinik USU telah dipindahkan ke RS USU dan saat ini sudah beroperasi. Usulan perpindahan sudah diajukan pada Januari 2013 namun baru terealiser pada bulan September 2013 oleh karena terkendala dalam proses perbaikan sisitim pendingin rumah sakit. Sementara ini sedang dilakukan penataan sarana-prasarana dan fasilitas serta penyesuaian sistim pengelolaan pelayanan Poliklinik USU yang secara bertahap akan diintegrasikan menjadi kegiatan pelayanan rawat jalan RS USU.

Apabila pengadaan peralatan RS USU dapat diselesaikan pada akhir tahun 2013 ini maka Rumah Sakit USU rencananya akan mulai dioperasikan pada tahun 2014. Rencana operasional RS USU untuk tahun 2014 meliputi kegiatan pelayanan UGD, rawat jalan pasien umum dan spesialistik (4 spesialis dasar dan minimal 9 spesialis penunjang). Kegiatan layanan lain meliputi gastroskopi, radiologi, patologi klinik, 4 ruang bedah, 4 ruang persalinan, 9 unit hemodialise, 100 bed pasien rawat inap dan 10 bed perawatan intensif. Layanan farmasi dilaksanakan bekerjasama dengan Fakultas Farmasi USU dan akan dikembangkan menjadi Apotik Pendidikan yang sekaligus melayani kegiatan pendidikan farmasi. Kegiatan pendidikan profesi kedokteran dan PPDS untuk tahun 2014 diupayakan untuk diakomodasi sesuai perkembangan volume kegiatan pelayanan. Kegiatan penelitian untuk tahun 2014 sementara belum dilakukan. (humas/zen)